Bogor, Agustus 2025 — Seminar Literasi Keuangan dan Manajemen Waktu MTs Sahid kembali digelar untuk membekali santri dengan keterampilan hidup. Acara bertajuk “Kebijakan Mengatur Keuangan dan Waktu Sedari Dini” ini berlangsung Kamis, 21 Agustus 2025, pukul 10.00–12.00 WIB di Serambi Kanan Masjid Sadaniyah Al-Munawaroh.
Seminar menghadirkan narasumber utama, Bapak Agung Tri Prasetyo, seorang Registered Financial Planner berpengalaman di bidang literasi keuangan dan pengembangan diri.

Seminar Literasi Keuangan MTs Sahid Bersama Praktisi

Seminar Literasi Keuangan MTs Sahid

Dalam materinya, Agung Tri Prasetyo menegaskan bahwa keterampilan mengelola keuangan harus dipelajari sejak dini. Santri perlu dilatih untuk membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung, serta menyusun rencana sederhana agar terbentuk karakter mandiri.

“Keuangan bukan tentang jumlah, tapi cara mengelolanya. Semakin dini belajar, semakin siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Manajemen Waktu Santri Jadi Bekal Penting

Selain membahas literasi keuangan, Agung juga menekankan manajemen waktu santri. Menurutnya, waktu adalah aset paling berharga yang tidak bisa diulang. Dengan disiplin dan penjadwalan yang baik, santri dapat menyeimbangkan belajar, ibadah, dan aktivitas lainnya.

“Kesuksesan lahir dari disiplin mengatur waktu, bukan hanya dari kepintaran,” tambahnya.

Komitmen MTs Sahid Mencetak Generasi Mandiri

Kepala MTs Sahid menegaskan bahwa Seminar Literasi Keuangan dan Manajemen Waktu ini merupakan wujud komitmen madrasah dalam mencetak generasi cerdas finansial, disiplin waktu, dan berkarakter Islami.

Melalui seminar bersama Agung Tri Prasetyo, Registered Financial Planner, MTs Sahid berharap santri mampu menjadi generasi unggul, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman. Dengan literasi keuangan dan manajemen waktu yang baik, santri dapat tumbuh menjadi pribadi yang Islami sekaligus adaptif terhadap perkembangan dunia modern.

Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu bagian penting dalam pembelajaran di SMK Sahid Bogor, khususnya bagi siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Melalui PKL, siswa dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh di sekolah sekaligus belajar langsung di dunia industri. Salah satu perusahaan yang menjadi mitra SMK Sahid adalah PT Prisma Multimedia Solution, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang multimedia, event organizer, dan digital creative.

Selama melaksanakan PKL, siswa jurusan DKV mendapatkan berbagai pengalaman berharga, mulai dari proses kreatif di balik layar hingga terjun langsung di lapangan.

1. Terlibat dalam Event Organizer

Siswa DKV berkesempatan untuk ikut serta dalam berbagai event yang ditangani PT Prisma Multimedia Solution. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berperan aktif dalam persiapan dan pelaksanaan acara. Mulai dari mendesain konsep visual event, menyiapkan materi promosi, hingga mengatur perlengkapan di lokasi acara. Pengalaman ini melatih siswa untuk bekerja secara profesional, disiplin, dan mampu beradaptasi dengan dinamika kerja yang cepat.

2. Menjadi Video Editor

Di era digital, kebutuhan akan konten video semakin meningkat. Siswa DKV yang menjalani PKL di PT Prisma Multimedia Solution mendapat kesempatan untuk menjadi video editor. Mereka belajar menggunakan software editing profesional, mengolah hasil dokumentasi acara, membuat teaser, hingga konten kreatif untuk media sosial. Proses editing ini mengasah ketelitian, kreativitas, dan kemampuan teknis siswa agar mampu menghasilkan karya berkualitas.

3. Mendalami Peran sebagai Desainer

Selain video editing, siswa juga dipercaya menjadi desainer grafis. Mereka mengerjakan desain untuk berbagai kebutuhan, seperti poster, banner, backdrop event, feed media sosial, hingga desain identitas visual perusahaan. Dalam praktiknya, siswa belajar bagaimana desain tidak hanya harus menarik secara estetika, tetapi juga komunikatif dan sesuai dengan kebutuhan klien.

4. Berperan sebagai Crew Lapangan

Tidak kalah menarik, siswa DKV juga turut serta menjadi crew lapangan dalam berbagai kegiatan. Tugas yang mereka emban antara lain membantu dokumentasi foto dan video, mengatur pencahayaan, mendukung teknis acara, hingga memastikan kelancaran jalannya kegiatan. Dari pengalaman ini, siswa belajar arti kerja sama tim, ketepatan waktu, serta pentingnya profesionalisme dalam dunia kerja nyata.


Melalui PKL di PT Prisma Multimedia Solution, siswa SMK Sahid Bogor jurusan DKV tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis, tetapi juga soft skill yang sangat penting, seperti komunikasi, tanggung jawab, dan manajemen waktu. Semua pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk melanjutkan karier di bidang industri kreatif, baik sebagai desainer, videografer, maupun entrepreneur muda di masa depan.

Sebagai bagian dari pembelajaran praktik, siswa SMK Sahid Bogor jurusan Kuliner kembali menunjukkan kreativitas dan keterampilan mereka dalam mengolah hidangan berbasis adonan beragi. Kegiatan ini dilaksanakan di dapur praktik sekolah (Gandok), dengan tujuan melatih siswa memahami teknik dasar pembuatan kue modern yang populer di masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, siswa mempraktikkan pembuatan Mini Pizza, Cinnamon Roll, dan Coffee Bun, tiga jenis olahan roti yang menggunakan adonan beragi.

1. Mini Pizza

Dalam pembuatan Mini Pizza, siswa belajar membuat adonan dasar roti yang lembut serta mempraktikkan teknik fermentasi agar roti dapat mengembang sempurna. Setelah adonan siap, siswa menghias pizza mini dengan saus tomat, keju mozzarella, serta aneka topping seperti sosis, dan jagung manis. Mini Pizza ini menjadi favorit karena tampilannya menarik dan rasanya lezat.

2. Cinnamon Roll

Kue khas mancanegara ini menjadi media belajar siswa dalam menguasai teknik menggulung adonan dengan isian kayu manis dan gula. Setelah dipanggang, Cinnamon Roll diberi topping glaze manis yang menambah cita rasa. Melalui praktik ini, siswa dilatih untuk menghasilkan tekstur roti yang empuk dengan tampilan yang rapi.

3. Coffee Bun

Tak kalah menarik, Coffee Bun atau roti dengan aroma kopi yang khas juga dipraktikkan oleh siswa. Roti ini memiliki lapisan luar yang renyah dengan rasa kopi, sedangkan bagian dalamnya lembut dan biasanya diisi dengan butter. Melalui resep ini, siswa belajar tentang pengolahan adonan beragi dengan variasi topping modern.

Praktik pembuatan roti beragi ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kreativitas siswa dalam mengolah dan menyajikan makanan. Guru pembimbing kuliner SMK Sahid menekankan pentingnya ketelitian dalam proses fermentasi, pengukuran bahan, serta teknik memanggang agar hasilnya maksimal.

Bogor, 18 Agustus 2025Lomba 17 Agustusan MTs Sahid 2025 berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejak pagi, halaman madrasah dipenuhi tawa dan sorakan santri. Mereka kompak mengikuti beragam perlombaan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

Acara dibuka oleh Kepala Madrasah MTs Sahid. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa lomba 17 Agustusan di MTs Sahid bukan hanya hiburan. Lebih dari itu, kegiatan ini melatih sportivitas, kebersamaan, dan semangat juang santri.

Perlombaan Putri

Pertama, lomba dimulai dengan Jaga Lawan. Suasana langsung riuh dan menegangkan.
Selanjutnya, ada Corong Misteri. Tebakan melalui corong sering membuat penonton tertawa.
Kemudian, Balap Karung Helm jadi pusat perhatian. Gerak terbatas, namun semangat luar biasa.
Selain itu, ada Bocin yang bikin sorakan semakin ramai.
Berikutnya, Menampung Basah menguji ketelitian dan kekompakan.
Tak kalah seru, Estafet Belut membuat peserta kewalahan karena licin.
Akhirnya, Tarik Tambang menutup sesi putri dengan penuh energi.

Perlombaan Putra

Di sisi lain, lomba putra menghadirkan keceriaan tersendiri.
Koin Tepung membuat wajah peserta putih penuh tawa.
Lalu, Makan Roti tanpa tangan menguji kecepatan dan ketahanan.
Berikutnya, Tahan Tawa memaksa peserta tetap serius. Hasilnya? Justru makin lucu.
Setelah itu, Bangku Joget menguji refleks saat musik berhenti.
Sementara itu, Pukul Air membuat penonton heboh karena basah-basahan.
Kemudian, Kereta Balon melatih kekompakan antar tim.
Semangka Kecap menghadirkan ekspresi kocak karena perpaduan rasa yang aneh.
Tak lupa, ada lomba Nyanyi untuk menunjukkan bakat santri.
Menutup rangkaian, Sendok Kelereng, Balap Karung, dan Perang Bantal sukses memecah tawa seluruh penonton.

Lebih dari Sekadar Lomba

Pada akhirnya, kegiatan ini bukan hanya soal mencari juara. Lomba 17 Agustusan MTs Sahid 2025 memberi pengalaman berharga tentang kerja sama, sportivitas, dan semangat pantang menyerah.

“Semangat kemerdekaan harus terus hidup dalam diri kita. Melalui lomba ini, santri belajar arti perjuangan, kebersamaan, dan pantang menyerah,” ujar Kepala Madrasah dalam sambutannya.

MTs Sahid: Unggul, Islami, Nasionalis

Perayaan ini kembali menegaskan bahwa MTs Sahid tidak hanya unggul di bidang akademik dan keagamaan. Lebih dari itu, madrasah ini membentuk karakter santri yang kreatif, sportif, dan cinta tanah air. Sebelumnya, MTs Sahid juga sempat menggelar mural kemerdekaan

Kreativitas Siswa yang Tak Terbatas Tempat

Bogor, Agustus 2025 – Kreativitas siswa MTs Sahid kembali mencuri perhatian. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80, OSIM MTs Sahid Divisi Kesenian sukses menyulap dinding kosong Toilet Putri menjadi mural kemerdekaan yang penuh warna dan makna.

Dengan mengusung tema kemerdekaan dan nuansa merah putih, para siswa menuangkan ide serta keterampilan mereka melalui sapuan kuas. Dinding yang awalnya polos kini dihiasi gambar ikonik seperti Garuda Pancasila, bendera merah putih, tokoh pahlawan, hingga simbol budaya Indonesia. Setiap gambar dalam mural ini menyimpan pesan tentang perjuangan, persatuan, dan rasa cinta tanah air.

Proses Kreatif yang Menginspirasi

Menurut salah satu anggota OSIM Divisi Kesenian, pembuatan mural kemerdekaan ini bukan sekadar memperindah lingkungan sekolah. “Kami ingin membuktikan bahwa seni bisa hidup di mana saja, bahkan di tempat yang sering dianggap biasa. Setiap goresan warna adalah bentuk rasa syukur atas kemerdekaan,” ujarnya.

Proses pembuatan mural dilakukan secara gotong-royong. Para siswa bekerja sama mulai dari membuat sketsa, menyiapkan cat, memilih kombinasi warna, hingga mengisi detail gambar dengan teliti. Tak hanya itu, kegiatan ini juga melatih kerja sama tim, ketelitian, serta mengasah bakat seni di kalangan pelajar MTs Sahid.

Lebih dari Sekadar Hiasan Dinding

Selain mempercantik area sekolah, mural kemerdekaan MTs Sahid ini kini menjadi spot instagramable yang banyak diminati siswa untuk berfoto. Oleh karena itu, diharapkan pesan nasionalisme dan semangat kemerdekaan dapat tersebar lebih luas, khususnya kepada generasi muda.

MTs Sahid dikenal aktif mengadakan kegiatan kreatif yang melibatkan partisipasi langsung siswa. Bahkan, karya mural ini menjadi bukti bahwa pelajar mampu menggabungkan seni, sejarah, dan semangat kemerdekaan menjadi satu kesatuan yang menginspirasi. Tidak hanya sebagai karya seni, mural ini juga menjadi simbol bahwa rasa cinta tanah air dapat diwujudkan dengan cara yang kreatif dan membangun lingkungan menjadi lebih indah.

Penerimaan Santri Baru 2026/2027

Penerimaan Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027 Telah Dibuka!
Bagi orang tua yang ingin putra-putrinya tumbuh dalam lingkungan islami, kreatif, dan berprestasi, MTs Sahid membuka pendaftaran santri baru.

📲 Info & Pendaftaran:
Pendaftarn Link : https://ppdb.pondokpesantrensahid.sch.id/daftar-madrasah-tsnawiyah-sahid
WA: 0821-2406-1343
IG: @mtssahid_bogor

Siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Sahid Bogor kembali menunjukkan kreativitasnya melalui kegiatan latihan fotografi produk. Kali ini, objek yang diangkat adalah menu main course.

Para siswa DKV mempraktikkan teknik fotografi profesional, mulai dari penataan komposisi (composition), pengaturan pencahayaan (lighting), hingga penggunaan properti pendukung (props) agar setiap foto terlihat menarik dan menggugah selera. Tidak hanya itu, mereka juga mempelajari teknik depth of field, angle pemotretan, serta pengolahan foto (editing) untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi.

Latihan ini bertujuan agar siswa mampu menguasai keterampilan food photography, yang saat ini sangat dibutuhkan dalam industri kreatif, khususnya untuk promosi di media sosial dan branding bisnis kuliner.

Dengan kegiatan ini, diharapkan siswa DKV tidak hanya mengasah kemampuan teknis fotografi, tetapi juga memahami nilai estetika dan storytelling dalam setiap gambar yang dihasilkan.

Aroma harum kaldu yang gurih bercampur dengan kelembutan susu memenuhi udara di dapur praktik SMK Sahid Bogor. Suasana ramai penuh semangat itu datang dari kegiatan praktik pembuatan cream soup oleh siswa jurusan Tata Boga sebagai bagian dari pembelajaran keterampilan memasak.

Kegiatan praktik ini dirancang untuk:

  1. Mengajarkan teknik dasar pembuatan sup krim dengan tekstur dan rasa yang tepat.
  2. Melatih keterampilan penggunaan alat masak secara profesional.
  3. Menanamkan pemahaman tentang standar penyajian hidangan (plating) sesuai industri perhotelan dan restoran.

Dalam praktik ini, siswa mengikuti tahapan profesional mulai dari persiapan hingga penyajian:

  1. Persiapan Bahan (Preparation)
    Siswa menyiapkan bahan segar seperti bawang bombay, wortel, kentang, seledri, kaldu ayam, susu, dan mentega.
  2. Membuat Roux
    Mentega dilelehkan lalu dicampur tepung terigu untuk membuat roux, yang berfungsi sebagai pengental sup.
  3. Memasak dan Membumbui
    Bahan-bahan direbus bersama kaldu, kemudian dicampur dengan susu atau cream. Bumbu seperti garam, lada, dan pala ditambahkan untuk memperkaya rasa.
  4. Penghalusan dan Penyajian
    Sup dihaluskan menggunakan blender, lalu disaring untuk menghasilkan tekstur yang lembut. Sup disajikan hangat dengan garnish roti garlic atau parsley cincang.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada resep, tetapi juga pada keterampilan koordinasi tim, manajemen waktu, dan presentasi hidangan. Guru pembimbing memberikan arahan langsung serta tips praktis untuk memastikan hasil masakan memenuhi standar cita rasa dan penampilan.

Praktik pembuatan cream soup di SMK Sahid Bogor menjadi contoh nyata bahwa pembelajaran kuliner tidak hanya tentang resep, tetapi juga melatih keterampilan teknis, kreativitas, dan profesionalisme. Dengan bekal ini, siswa diharapkan siap bersaing di dunia industri makanan dan minuman yang terus berkembang.

Dunia desain grafis terus berkembang seiring kemajuan teknologi digital. Menjawab tantangan ini, siswa-siswi SMK Sahid Bogor jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) mengasah keterampilan mereka melalui kegiatan pembuatan karya gambar digital yang memadukan kreativitas, teknik, dan inovasi.

Pembuatan karya gambar digital dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:

  1. Konsep dan Perencanaan
    Siswa menentukan tema karya, membuat mood board, dan menyiapkan sketsa awal. Tema yang diangkat beragam, mulai dari budaya lokal, lingkungan, hingga ilustrasi karakter fantasi.
  2. Digitalisasi Sketsa
    Sketsa manual dipindai atau langsung digambar menggunakan pen tablet atau layar sentuh, sehingga masuk ke tahap digital editing.
  3. Finishing dan Presentasi
    Setelah melalui tahap revisi, karya diekspor dalam format digital siap cetak dan dipresentasikan di depan guru pembimbing serta teman sekelas.

Kegiatan pembuatan karya gambar digital di SMK Sahid Bogor bukan hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga wahana bagi siswa untuk mengekspresikan ide, mengasah keterampilan, dan membangun portofolio profesional sejak dini. Kreativitas mereka membuktikan bahwa masa depan industri kreatif Indonesia ada di tangan generasi muda yang penuh semangat dan inovasi.

Bogor, 7 Agustus 2025 – Madrasah Aliyah Sahid  sukses melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2025 yang diikuti oleh seluruh siswa kelas XI. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 6 hingga 7 Agustus 2025 dan dilaksanakan dengan menggunakan fasilitas komputer yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.

ANBK merupakan program yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengevaluasi mutu pendidikan di Indonesia. Berbeda dengan ujian nasional yang lebih fokus pada penilaian hasil belajar, ANBK menilai tiga aspek utama: literasi, numerasi, dan karakter siswa. Pelaksanaan ANBK diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kualitas pembelajaran di sekolah serta memberikan umpan balik yang berguna bagi pengembangan pendidikan di tingkat sekolah dan daerah.

Pelaksanaan ANBK di Madrasah Aliyah Sahid berjalan dengan lancar berkat persiapan yang matang. Kepala Madrasah Aliyah Sahid, Ustadz Mohamad Toha Munir, S.Hum, M.E dalam sambutannya menyatakan, “Kami sangat berkomitmen untuk mendukung program ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami. ANBK bukan hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga sarana untuk melihat sejauh mana pendidikan yang kami berikan mampu menjawab tantangan zaman.”

Selama pelaksanaan ANBK, pengawas mengawasi jalannya ujian dengan baik, memastikan setiap siswa dapat mengikuti ujian  sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Semua siswa mengikuti ujian dengan semangat dan komitmen tinggi.  Hasil dari ANBK ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Aliyah Sahid dan sebagai informasi untuk perbaikan di berbagai aspek pembelajaran.

Pelaksanaan ANBK  ini diharapkan menjadi langkah awal dalam perbaikan kualitas pendidikan di sekolah. Dengan dukungan teknologi dan komitmen bersama, diharapkan setiap siswa bisa memperoleh pendidikan yang lebih berkualitas dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.

Siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Sahid Bogor terus diasah kreativitas dan kepekaannya, terhadap visual melalui pembelajaran fotografi berbasis produk yang ada di sekitar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya guru dalam mengenalkan konsep dasar fotografi sekaligus melatih siswa untuk mampu memvisualisasikan objek secara menarik tanpa harus menggunakan alat atau bahan mahal.

Dengan mengusung tema “Eksplorasi Visual dari Sekitar Kita”, para siswa diajak untuk menggunakan berbagai benda sehari-hari seperti makanan, minuman kemasan, produk buatan sendiri seperti cookies “Kiki Kuki”, barang-barang rumah tangga, hingga kerajinan tangan. Tujuannya adalah agar siswa terbiasa mengidentifikasi objek potensial di lingkungan mereka sebagai materi foto yang dapat diolah secara estetik dan profesional.

Dalam proses pembelajaran ini, siswa juga diajarkan teknik dasar fotografi seperti komposisi, pencahayaan, angle, fokus, dan background. Mereka ditantang untuk menata objek secara manual menggunakan media sederhana seperti kertas warna, kain polos, atau alas kayu untuk memperkuat visual objek yang difoto.

Tak hanya itu, sesi pembelajaran juga dilengkapi dengan sesi review karya, di mana siswa mempresentasikan hasil foto mereka dan mendapatkan masukan dari guru maupun teman sekelas. Kegiatan ini membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi visual, dan kemampuan menerima kritik secara konstruktif.

Pembelajaran fotografi berbasis produk sekitar ini membuktikan bahwa kreativitas bisa diasah dari hal-hal sederhana. Dengan pendekatan ini, siswa DKV SMK Sahid Bogor tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga tumbuh menjadi insan kreatif yang peka terhadap lingkungan dan mampu menghasilkan karya visual yang komunikatif dan bernilai estetis tinggi.