Tag Archive for: PondokPesantrenSahid

Motion graphic adalah kombinasi antara desain grafis, animasi, tipografi, ilustrasi, dan efek visual yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara dinamis. Proses pembuatannya tidak hanya melibatkan kemampuan teknis, tetapi juga kreativitas dan perencanaan yang matang. Pada jurusan Desain Komunikasi Visual, pembuatan motion graphic menjadi salah satu output yang diharapkan. Seperti yang dibuat oleh ananda Azka Ghaisan Khasyi berikut ini:

Langkah pertama dalam pembuatan Motion Graphic, dimulai dengan menentukan tujuan dan arah proyek. Seorang desainer perlu memahami siapa target audiensnya, pesan apa yang ingin disampaikan, berapa lama durasi video yang tepat, dan di mana karya tersebut akan dipublikasikan.

Setelah tujuan jelas, proses berlanjut ke tahap riset dan pengumpulan referensi. Di sinilah desainer mencari inspirasi dari berbagai sumber seperti Behance, Dribbble, Vimeo, atau Pinterest. Referensi ini membantu menentukan gaya visual, palet warna, tipografi, serta mood yang ingin dibangun dalam karya.

Dengan referensi di tangan, konsep mulai dirumuskan. Desainer menentukan tema, nada cerita, dan alur yang akan mengalir dari awal hingga akhir. Konsep ini kemudian dituangkan dalam bentuk naskah atau script, terutama jika video membutuhkan narasi atau voice over. Kalimat-kalimat dalam naskah harus singkat, padat, dan mudah dipahami, agar pesan tersampaikan secara efektif.

Tahap berikutnya adalah membuat storyboard, yaitu serangkaian sketsa kasar yang menggambarkan urutan adegan. Storyboard membantu memvisualisasikan ide sebelum masuk ke proses produksi, sekaligus memudahkan penentuan durasi dan transisi antar scene.

Setelah storyboard siap, desainer mulai membuat elemen-elemen visual yang akan dianimasikan. Ilustrasi, ikon, tipografi, dan bentuk-bentuk grafis dibuat menggunakan software desain seperti Adobe Illustrator atau Figma. Pemilihan warna dan tipografi dilakukan dengan hati-hati agar konsisten dengan identitas visual yang diinginkan.

Semua elemen tersebut kemudian dipindahkan ke software animasi, seperti Adobe After Effects, Blender, atau Cinema 4D. Proses animasi dimulai dengan mengatur komposisi, mengatur posisi dan gerakan elemen, menambahkan efek transisi, hingga mengaplikasikan prinsip-prinsip animasi seperti “ease in” dan “ease out” untuk menciptakan gerakan yang halus dan natural.

Untuk menghidupkan visual, audio memegang peran penting. Musik latar, efek suara, dan narasi ditambahkan agar karya lebih imersif dan emosional. Pemilihan audio yang tepat dapat memperkuat pesan dan meningkatkan daya tarik visual.

Setelah semua elemen visual dan audio menyatu, karya tersebut dirender menjadi file video dengan format yang sesuai, seperti MP4 atau MOV, dan resolusi yang disesuaikan dengan platform publikasi. Tahap terakhir adalah distribusi dan evaluasi. Karya diunggah ke platform yang dituju, lalu dievaluasi berdasarkan respon penonton untuk mengetahui apakah pesan tersampaikan dengan efektif.

Proses pembuatan motion graphic memang membutuhkan waktu, ketelitian, dan kreativitas. Namun, dengan perencanaan yang matang dan penguasaan teknik, hasilnya akan menjadi karya yang memikat mata sekaligus menyentuh pikiran audiens.

Siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Sahid Bogor terus diasah kreativitas dan kepekaannya, terhadap visual melalui pembelajaran fotografi berbasis produk yang ada di sekitar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya guru dalam mengenalkan konsep dasar fotografi sekaligus melatih siswa untuk mampu memvisualisasikan objek secara menarik tanpa harus menggunakan alat atau bahan mahal.

Dengan mengusung tema “Eksplorasi Visual dari Sekitar Kita”, para siswa diajak untuk menggunakan berbagai benda sehari-hari seperti makanan, minuman kemasan, produk buatan sendiri seperti cookies “Kiki Kuki”, barang-barang rumah tangga, hingga kerajinan tangan. Tujuannya adalah agar siswa terbiasa mengidentifikasi objek potensial di lingkungan mereka sebagai materi foto yang dapat diolah secara estetik dan profesional.

Dalam proses pembelajaran ini, siswa juga diajarkan teknik dasar fotografi seperti komposisi, pencahayaan, angle, fokus, dan background. Mereka ditantang untuk menata objek secara manual menggunakan media sederhana seperti kertas warna, kain polos, atau alas kayu untuk memperkuat visual objek yang difoto.

Tak hanya itu, sesi pembelajaran juga dilengkapi dengan sesi review karya, di mana siswa mempresentasikan hasil foto mereka dan mendapatkan masukan dari guru maupun teman sekelas. Kegiatan ini membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi visual, dan kemampuan menerima kritik secara konstruktif.

Pembelajaran fotografi berbasis produk sekitar ini membuktikan bahwa kreativitas bisa diasah dari hal-hal sederhana. Dengan pendekatan ini, siswa DKV SMK Sahid Bogor tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga tumbuh menjadi insan kreatif yang peka terhadap lingkungan dan mampu menghasilkan karya visual yang komunikatif dan bernilai estetis tinggi.

Bogor, 6 Agustus 2025 – SMK Sahid Bogor melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas XI dari dua jurusan, yaitu Kuliner dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Pelaksanaan ANBK ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan untuk mengevaluasi mutu pendidikan secara menyeluruh dan objektif.

ANBK diselenggarakan di laboratorium komputer sekolah dengan sistem online, memastikan setiap peserta dapat mengakses soal secara digital melalui perangkat komputer yang tersedia. SMK Sahid Bogor telah mempersiapkan segala kebutuhan teknis dan administratif jauh hari sebelumnya untuk mendukung kelancaran kegiatan ini, termasuk simulasi dan gladi bersih yang telah dilakukan beberapa minggu lalu.

Ketua Pelaksana ANBK SMK Sahid Bogor, Ustadz Uci Sanusi,S.Pd menyampaikan bahwa ANBK bukan hanya sekadar ujian, tetapi sebagai refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung. “Kami berharap hasil asesmen ini bisa menjadi dasar pengembangan strategi pendidikan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan siswa di masa depan,” ujar beliau.

Peserta ANBK terdiri dari siswa yang telah dipilih secara acak oleh sistem Kementerian Pendidikan. Mereka mengerjakan dua jenis asesmen utama, yaitu Literasi Membaca dan Numerasi, serta Survei Karakter dan Lingkungan Belajar, yang mencerminkan kompetensi esensial dan nilai-nilai yang penting untuk mendukung kesuksesan peserta didik di masa mendatang.

Guru dan tenaga kependidikan di SMK Sahid Bogor juga berperan aktif dalam mendampingi serta memastikan suasana ruang ujian tetap kondusif dan tertib. SMK Sahid Bogor telah berhasil menyelesaikan seluruh prosedur sesuai dengan petunjuk teknis dari Kemendikbudristek.

Inovasi dan kreativitas kembali ditunjukkan oleh para siswi SMK Sahid Bogor melalui produk unggulan terbaru mereka yang diberi nama Kiki Kuki. Produk ini merupakan hasil kolaborasi antara siswi jurusan Kuliner dan Desain Komunikasi Visual (DKV) yaitu ananda Amara Tsabita Setiakarnawijaya dan Talita Nur Azmi, menampilkan kombinasi sempurna antara cita rasa, kesehatan, dan estetika kemasan yang menarik.

Kiki Kuki adalah cookies sehat yang dibuat dari tepung mocaf (modified cassava flour) — tepung singkong yang difermentasi secara khusus, dikenal sebagai alternatif gluten-free yang aman untuk penderita intoleransi gluten. Tidak hanya sehat, cookies ini juga memiliki tekstur yang lembut (soft) dan rasa yang manis pas, cocok dinikmati oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dan lansia.

Keunggulan utama dari produk ini tidak hanya terletak pada komposisi bahan alaminya, tetapi juga pada proses pembuatannya yang higienis dan inovatif. Penggunaan tepung mocaf juga membantu mendukung produk pangan lokal, sekaligus menjadi pilihan yang ramah bagi sistem pencernaan.

Kemasan Kiki Kuki tak kalah menarik. Berkat kreativitas siswi jurusan DKV SMK Sahid Bogor, desain kemasan produk tampil modern, minimalis, dan penuh identitas lokal. Dengan perpaduan warna lembut dan ilustrasi yang menggugah selera, kemasan Kiki Kuki dirancang tak hanya untuk menarik perhatian, tapi juga memberi nilai tambah branding yang kuat dan mudah dikenali.

Produk Kiki Kuki merupakan bagian dari proyek lintas jurusan yang bertujuan mengembangkan jiwa wirausaha dan keterampilan industri kreatif pada siswa SMK Sahid Bogor. Dalam prosesnya, siswi kuliner melakukan pengembangan resep sehat, uji cita rasa, dan pengemasan makanan, sementara siswi DKV mengerjakan aspek identitas visual, dan fotografi produk.

Pramuka bukan sekadar kegiatan seragam dan baris-berbaris. Lebih dari itu, Pramuka adalah sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan semangat gotong royong. Itulah yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pramuka wajib setiap hari Kamis di SMK Sahid Bogor, sebagai bagian dari pendidikan karakter yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka.

Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dari berbagai tingkatan dan jurusan. Setiap Kamis, para siswa mengenakan seragam Pramuka lengkap dan mengikuti berbagai aktivitas yang telah dirancang secara terpadu dan mendidik, mulai dari apel, latihan baris-berbaris (PBB), pengenalan tali-temali, survival, pengetahuan kepramukaan, hingga kegiatan kreatif seperti yel-yel dan permainan edukatif.

Tujuan dan Manfaat

Kegiatan Pramuka ini memiliki berbagai tujuan positif, antara lain:

  • Membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab.
  • Menanamkan jiwa kepemimpinan dan kerja sama tim.
  • Melatih keterampilan hidup (life skills) yang berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
  • Menumbuhkan cinta tanah air dan kepedulian sosial.
  • Mengurangi ketergantungan siswa pada gawai melalui kegiatan luar ruang yang menyenangkan.

Meskipun bersifat wajib, kegiatan Pramuka hari Kamis selalu diwarnai dengan antusiasme para siswa. Mereka mengikuti kegiatan dengan semangat, apalagi setiap minggunya ada variasi aktivitas yang membuat suasana lebih dinamis dan tidak monoton. Tim pembina Pramuka yang terdiri dari guru-guru terlatih juga selalu berupaya menciptakan suasana yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Tak jarang kegiatan Pramuka juga disisipkan materi wawasan kebangsaan, simulasi tanggap bencana, latihan kepemimpinan dasar (LDK), hingga persiapan untuk lomba kepramukaan antar sekolah. Semua ini menjadi nilai tambah bagi siswa sebagai bekal menghadapi tantangan dunia luar.

Sebagai siswa SMK yang disiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja atau berwirausaha, Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk soft skills seperti komunikasi, manajemen waktu, kerja sama, hingga problem solving. Kegiatan Pramuka tidak hanya membangun fisik dan mental, tetapi juga menumbuhkan kecerdasan emosional dan sosial yang sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi kitab kuning para santri, SMK Sahid Pondok Pesantren Modern Sahid Bogor kembali mengadakan Tes Membaca Kitab Kosong, dengan menggunakan kitab Akhlaq lil Banin sebagai bahan uji utama. Tes ini merupakan salah satu tradisi penting dalam pendidikan pesantren yang bertujuan untuk menguji pemahaman dan kefasihan santri dalam membaca teks Arab gundul (tanpa harakat) secara benar dan tepat.

Kitab Akhlaq lil Banin karya Syekh Umar bin Ahmad Baraja dipilih karena isinya yang sarat dengan nilai-nilai moral dan akhlak yang relevan dengan kehidupan santri. Kitab ini banyak digunakan di berbagai pondok pesantren karena bahasanya yang lugas, materi yang aplikatif, dan sangat sesuai sebagai pengantar dalam pelajaran akhlak Islam.

Makna Tes Kitab Kosong

Tes kitab kosong bukan sekadar ujian teknis membaca, tetapi juga latihan mendalam dalam:

  • Menguasai kaidah nahwu dan sharaf
  • Melatih ketelitian dalam memahami struktur kalimat
  • Menumbuhkan kedisiplinan dan ketekunan dalam belajar kitab kuning
  • Menginternalisasi nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam isi kitab

Dalam pelaksanaannya, para santri diminta membaca potongan teks tanpa harakat dan menerjemahkannya secara lisan di hadapan para penguji. Santri yang mampu membaca dengan baik menunjukkan tidak hanya penguasaan bahasa Arab, tetapi juga pemahaman makna dan konteks isi kitab.

Dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, kemampuan teknologi digital menjadi hal yang mutlak dimiliki oleh para pendidik, terutama guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Seiring dengan perkembangan pesat teknologi, keterampilan seperti coding dan pemahaman tentang kecerdasan artifisial (AI) menjadi semakin penting untuk diterapkan dalam proses pembelajaran.

Menjawab tantangan tersebut, diselenggarakanlah pelatihan coding dan kecerdasan artifisial khusus bagi guru SMK, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan literasi digital sekaligus mempersiapkan peserta didik yang siap bersaing di dunia kerja masa depan.

Pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Membekali guru dengan pengetahuan dasar dan lanjutan mengenai pemrograman (coding), baik dalam bahasa pemrograman Python, JavaScript, atau lainnya.
  • Memperkenalkan konsep dan penerapan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia industri.
  • Menunjukkan integrasi AI dalam bidang keahlian di SMK, seperti desain, otomotif, bisnis, hingga teknologi informasi.
  • Mendorong guru untuk mengembangkan project-based learning berbasis teknologi digital.
  • Menyusun perangkat ajar berbasis AI dan coding yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan dunia kerja.

Dengan pelatihan ini, diharapkan guru SMK tidak hanya menjadi pengajar yang adaptif terhadap teknologi, tetapi juga menjadi inovator pendidikan, yang mampu menginspirasi siswa untuk berkarya di bidang teknologi digital.

Lebih dari sekadar tren, coding dan AI kini menjadi bahasa masa depan. Sudah saatnya guru tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 yang relevan, kontekstual, dan berdaya guna.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad)

Hadist ini bukan hanya sekadar motivasi, tetapi menjadi tuntunan hidup yang seharusnya tertanam dalam diri setiap individu, terutama bagi para guru, santri maupun pelajar yang tengah menempuh pendidikan di lingkungan pondok pesantren dan sekolah formal.

Di pondok pesantren, nilai-nilai kebersamaan, keikhlasan, dan gotong royong bukan hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran, berbagi makanan, menjaga kebersihan kamar, hingga ikut serta dalam kegiatan sosial pondok seperti bakti lingkungan, merupakan bentuk nyata dari menebar manfaat kepada sesama. Dari hal-hal kecil inilah, karakter mulia terbentuk—karakter yang mampu memberi, bukan hanya menerima.

Begitu pula di lingkungan sekolah, siswa diajarkan untuk bekerja sama dalam kelompok, saling mendukung dalam proses pembelajaran, serta aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi. Semua itu tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga membentuk kepekaan sosial. Ketika seorang pelajar menggunakan ilmunya untuk menginspirasi teman lain, membantu guru dalam kegiatan kelas, atau menjadi panitia dalam acara sekolah, di situlah manfaat dari dirinya dirasakan orang lain.

Pondok dan sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk melatih diri menjadi pribadi yang memberi dampak positif bagi lingkungan. Ketika ilmu dan akhlak berjalan beriringan, maka terciptalah generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli.

Menjadi manusia yang bermanfaat tidak selalu berarti melakukan hal besar. Senyuman yang tulus, ucapan yang menenangkan, tindakan kecil yang meringankan beban orang lain, semuanya adalah bentuk kebaikan yang bernilai. Maka, siapapun kita saat ini, bagaimana pun situasinya, kita selalu bisa menjadi bermanfaat untuk orang lain.

Bogor, 30 Juli 2025 — SMK Sahid Bogor melaksanakan kegiatan Gladi Bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan penuh semangat dan kesiapan yang matang. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 30-31 Juli 2025, bertempat di ruang laboratorium komputer SMK Sahid Bogor.

Gladi bersih ini merupakan tahap akhir sebelum pelaksanaan ANBK resmi yang dijadwalkan pada bulan Agustus mendatang. Tujuan utama gladi bersih adalah untuk memastikan kesiapan teknis perangkat komputer, sistem jaringan, serta simulasi alur pelaksanaan asesmen yang akan dihadapi oleh siswa kelas XI sebagai peserta utama.

Dalam pelaksanaannya, siswa mengikuti dua jenis asesmen, yaitu Literasi Membaca dan Numerasi, sesuai dengan ketentuan dari Kemendikbudristek. Siswa terlihat antusias dan fokus mengerjakan soal, sementara tim teknis dan proktor memastikan semua perangkat berjalan optimal tanpa hambatan.

Gladi bersih ini sangat penting sebagai bentuk persiapan menyeluruh. Dalam Gladi Bersih ini SMK Sahid ingin memastikan bahwa tidak hanya siswa yang siap menghadapi asesmen nasional, tetapi juga seluruh infrastruktur pendukung berjalan maksimal agar pelaksanaan ANBK nanti dapat berlangsung lancar dan tanpa kendala,

Selain siswa dan guru, kegiatan ini juga melibatkan teknisi dan pengawas Guru yang turut mengawasi jalannya gladi bersih. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen pembelajaran digital yang bermanfaat untuk menumbuhkan budaya literasi dan numerasi di lingkungan sekolah.

Dengan terlaksananya gladi bersih ini, SMK Sahid Bogor optimis menghadapi ANBK 2025 dengan lebih siap dan percaya diri. Semoga hasil asesmen yang akan datang dapat mencerminkan kualitas pendidikan yang terus ditingkatkan di lingkungan SMK Sahid Bogor.

Siswa SMK Sahid Bogor jurusan Kuliner kembali menunjukkan kreativitas dan keterampilan mereka, dengan menghadirkan berbagai kreasi sambal khas nusantara yang menggugah selera. Kali ini, para siswa menciptakan variasi sambal dengan bahan utama laut seperti teri, cumi, dan udang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik pembelajaran, di mana para siswa didorong untuk menggali potensi kuliner lokal dan mengembangkannya menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Masing-masing kelompok siswa menampilkan sambal dengan cita rasa khas:

  • Sambal Teri yang renyah dan pedas menggigit,
  • Sambal Cumi dengan tekstur kenyal dan rasa gurih yang dalam,
  • serta Sambal Udang yang menggoda selera dengan aroma khas seafood yang menggugah.

Tak hanya memperhatikan rasa, para siswa juga menampilkan kemasan yang menarik dan menjajaki strategi pemasaran sederhana sebagai bagian dari penguatan karakter kewirausahaan.

Kepala Program Keahlian Kuliner SMK Sahid Bogor. Anita Suprapti, ME menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membentuk siswa yang tidak hanya terampil dalam memasak, tetapi juga mampu membaca peluang usaha di bidang kuliner lokal yang berpotensi besar.

Melalui kegiatan ini, SMK Sahid Bogor terus berkomitmen membentuk lulusan yang kreatif, berdaya saing, dan siap terjun ke dunia kerja maupun wirausaha.